~Pahala …

19 Aug 2010

Selama Ramadhan ini setiap usai shalat Isya berjamaah atau menjelang shalat tarawih di masjid kami selalu diadakan ceramah singkat. Para penceramah itu pada intinya memotivasi para jamaah (seperti saya ini yang notabene jama’ah biasa) … agar mengejar pahala sebanyak- banyaknya. Bagaimana caranya?

Caranya dengan :

1. melaksanakan perintah )

2. mematuhi larangan . . . ) —> Allah SWT.

3. menerima anjuran . . . . )

Kalau ke 3 itu dipahami, diterima dan dilaksanakan maka kesempatan untuk meraih pahala terbuka lebar-lebar dan sebesar-besarnya (seterusnya menjadi amalan selama hayat di kandung badan).

Betapa tidak dalam bulan baik yang penuh berkah dan ujian ini pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat serta para syaitan dan iblis dibelenggu erat-erat atau dipasung dengan simpul mati. Alangkah besarnya nikmat yang akan kita peroleh kalau mampu melaksanakan perintah, mematuhi larangan dan menerima anjuran Allah SWT. Amin ..!

Apakah kita akan mudah meraih semua itu? Belum tentu terpulang hati kita masing-masing kenapa? Karena hawa-nafsu tidak ikut dibelenggu ataupun dipasung hawa-nafsu bebas bercokol dihati sanubari seperti sediakala. Itulah sebabnya bulan Ramadhan dinyatakan sebagai bulan yang penuh berkah dan ujian?? Lahaula walaquata !!

Perintah Allah SWT wajib hukumnya (nilainya pahala atau dosa) artinya kalau dikerjakan mendapat pahala dan kalau diabaikan menjadi dosa. Seperti puasa bulan Ramadhan, kalau dilaksanakan maka kita akan mendapat pahala sedangkan sebaliknya kita akan berdosa. Apalagi shalat fardu 5 waktu wajib dilaksanakan tiang agama kalau tiangnya tidak ada rubuhlah bangunan amaliah kita.

Mematuhi larangan-Nya wajib juga hukumnya (nilainya dosa dan pahala) artinya kalau tidak dipatuhi kita berdosa dan kalau dipatuhi mendapat pahala. Misalnya, berzina kalau dikerjakan mendapat dosa besar namun kalau ditinggalkan, apalagi dengan taubatan nasuha akan mendapat pahala.

Menerima anjuran Allah SWT hukumnya sunnah (nilainya pahala dan tidak ada) artinya kalau dikerjakan kita mendapat pahala dan kalau ditinggalkan kita tidak berdosa. Misalnya, shalat tarawih kalau dikerjakan kita mendapat pahala berlipat ganda namun kalau ditinggalkan kita tidak berdosa namun tidak mendapat apa2.

Selain itu ada lagi yang hukumnya makruh (nilainya tidak ada dan tidak ada) ... artinya kalau dikerjakan tidak berdosa dan kalau ditinggalkan juga tidak mendapat pahala. Misalnya perceraian suami-istri sebuah perbuatan halal namun pekerjaan yang paling dibenci Allah SWT. Nauzubillah minzaliq.

Inilah upaya saya dalam usaha mengulas ceramah dari para ustadz yang memberikan ceramah singkat sampai malam ke 10 (babak *peleburan dosa* akan segera kita lewati) Subhannallah… Akankah kita berhasil? Insya Alllah.

***

PS : Berkat *energi positif* pemberian Si~sahaja ..yang haus akan ilmu-Nya.

***


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post